Berita Terbaru :

Rapat Komisi Teologi KWI

Sejak hari Minggu (22/7), para romo dan suster sudah mulai berdatangan ke Alamanda Retreat, satu per satu tidak bersamaan. Ini mengingat para Romo tak hanya berasal dari Jakarta saja, tetapi ada yang datang dari Malang, Jayapura, Merauke, Yogyakarta, Pontianak..

Rapimnas KKMK Nasional 2011

Foto bersama para peserta Rapimnas KKMK, bersama Uskup Manago, Mgr, J. Suwatan, MSC sebelum peserta pulang kembali ke daerahnya...

Waliota Tomohon Buka Literasi Media Penguatan Publik

Menkominfo bidang Penguatan Publik untuk kegiatan Forum Pengembangan Literasi Media sebagai Penguatan Publik yang dihadiri oleh 150 peserta.

Trend Outdoor Wedding, Makin Ramai

Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.

Mengenal Lebih Dekat Alamanda Retreat

Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi.

Tampilkan postingan dengan label Fasilitas Bukit Doa Mahawu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fasilitas Bukit Doa Mahawu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

Aktivitas SMA Lokon di Alamanda Retreat

Ukuran keberhasilan seseorang dilihat bukan dari segi akademis saja melainkan dari tercapainya tujuan hidup manusia, yaitu kebahagiaan. Pemikiran ini bukan tanpa alasan.

Salah satu pengetrapan dalam pembinaan dan pendidikan di SMA Lokon, adalah menggunakan Kurikulum Berbasis Kehidupan atau "successful in life". Secara ringkas, KBK model SMA ini memadukan secara harmoni, seluruh aspek dan potensi intelegensia dasar manusia. Karena itu, bidang akademis dirasa kurang kalau etika, moral, phisik dan religi tidak disertakan. Ukuran terbaiknya adalah keseimbangan merata di segala aspek.

Semangat dasar itu, sudah beberapa kali diwujudnyatakan dalam berbagai bentuk kegiatan bagi siswa. Nama kegiatan yang berlangsung di Alamanda Retret, Bukit Doa Mahawu, Tomohon adalah:

Retret Kelas XII, sekaligus masa tenang mempersiapkan diri UN 2012, 28-30 Maret 2012, dipimpin oleh Pst. Boni Pr, dari Universitas deLa Salle, Manado







Rekoleksi dan Character Building, Kelas X, mulai tanggal 26-31 April 2012, dibimbing oleh Past Boni, Pr, dari Universitas De la Salle, Manado dan Bpk, Tri dkk, dari Tim MAP (Mahawu Adventure Park) Bukit Doa Mahawu.


Jumat, 04 Februari 2011

Mengenal Lebih Dekat Alamanda Retreat



Banyak orang bertanya, "Ada di manakah lokasi Alamanda Retreat?". Alamanda Retreat berada di Tomohon, Sulawesi Utara. Berjarak 45 km dari kota Manado, ibu kota dari Sulawesi Utara dan ditempuh dalam waktu 45 menit.

Alamanda Retreat berada di lokasi Jalan Salib Mahawu, di mana masyarakat mengenal sebagai Bukit Doa Mahawu Tomohon. Luas area tempat ini adalah 63 ha. Tempat ini berada di kaki gunung Mahawu dan memiliki kontur tanah yang berbukit dan ada pada ketinggian antara 820-1020 m dari atas permukaan laut. Rata-rata Suhu udara 20 derajat Celsius dan udaranya sejuk. Kalau musim hujan, udara terasa lebih dingin. Karena itu, para tamu dianjurkan untuk membawa baju hangat.

Bukit Doa Mahawu memiliki fasilitas-fasilitas untuk berdoa seperti Jalan Salib, Gua Maria, Kapel. Ampiteater dibangun untuk tempat pertunjukan seni dan mampu menampung 1000 orang. Selain itu, Bukit Doa Mahawu dilengkapi dengan mini shop dan kafe untuk makan dan minum. Ada juga fasilitas outbound.

Bentuk bangunan
Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa  rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi. Suara alam dan binatang hutan masih sering terdengar pada saat pagi hari atau sore hari. Karena berada di lereng pegunungan, Alamanda sering diselimuti kabut sehingga suasana alamnya makin eksotik.

Siapa yang memakai Alamanda Retreat?
Alamanda Retreat sering dipakai oleh rombongan dari Gereja, Universitas, Sekolah, Pemerintah, Perusahaan untuk mengadakan kegiatan ibadah seperti retreat, lokakarya, seminar, rapat, pertemuan nasional dll.
Alamanda Retreat bisa dipakai untuk menginap bagi keluarga atau perorangan yang berlibur atau membutuhkan penginapan karena menghadiri perkawinan di kapel Mahawu.

Tipe-tipe kamar:
  1. Standard : ada 2 unit rumah. 1 kamar untuk 8 orang. Kamar mandi ada di luar/ di bawah bangunan.
  2. Deluxe: ada 1 unit rumah. 1 kamar untuk 3 orang. Kamar mandi ada di dalam.
  3. Superior: ada 1 unit rumah. 1 rumah untuk 4 orang. Ada ruang tamu dan teras.
  4. Maksimal 80 orang dan masih bisa extra-bed.

Fasilitas-fasilitas:
  1. 1 unit ruang meeting untuk 100 orang. Dilengkapi dengan sound system dan infocus/LCD, ruang untuk diskusi.
  2. 1 unit ruang makan.
  3. Air panas di semua kamar mandi.
  4. Disediakan selimut di setiap tempat tidur.
  5. Mini shop.
Price List
Rata-rata Rp 200.000,- /per malam/per orang sudah temasuk 3 kali makan dan 2 x snack, untuk rombongan 50 pax ke atas. Harga belum termasuk service charge.

Obyek Wisata lainnya
Bukit Doa Mahawu dikenal sebagai tempat tujuan wisata rohani. Ada pagoda Budha yang terletak tidak jauh dari Bukit Doa Mahawu. Tempat wisata lainnya yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pasar Tradisional Tomohon, Danau Linow (danau berwarna), Bukit Kasih, Danau Tondano, Industri Rumah Kayu Woloan, dll.

Transportasi 
A. Penerbangan:
Maskapi penerbangan yang melayani ke Manado
- Dari Jakarta langsung ke Manado: Garuda, Lion, Batavia
- Dari Jakarta via Makasar: Lion
- Dari Surabaya lansung Manado: Sriwijaya, Lion
- Dari Yogya, Semarang : Lion, Garuda ganti pesawat di Jakarta

B. Kendaraan umum dari Manado ke Tomohon:
- Taxi Airport
- Mikrolet
- Ojek
- Bis Umum: Manado - Tomohon
C. Kendaraan Sewa:
- Bis untuk rombongan
- Elf
- Inova, Avanza, Zenia


    Senin, 20 Desember 2010

    SANTA CLAUS IN MAHAWU

    Tomohon, 19 Desember 2010. Setiap menjelang Natal, di Manado, Tomohon dan sekitarnya, masyarakat mempunyai tradisi unik yang disebut "Santa Claus". Tradisi ini rupanya sudah bertahun-tahun terjadi. Dimulai saat perayaan Santa Nikolaus tiba, dikemudian hari namanya disingkat Santa Claus, yang jatuh pada tanggal 6 Desember. Sesuai dengan sifatnya, Santo Nikolaus ini suka membagi-bagi hadiah bagi mereka yang membutuhkan dan pada akhirnya bisa membahagiakan semua orang. Dari kebiasaan inilah maka Santa Claus sangat terkenal di mana-mana hingga kehadirannya ditunggu oleh anak-anak karena hadiah-hadiah yang dibagi-bagi.

    Semangat berbagi kasih dan hadiahnya ini dipertahankan oleh masyarakat ketika jelang perayaan Natal tiba. Dengan menggunakan kendaraan bak terbuka Santa Claus beserta piet hitam dan kurcaci berkeliling kota untuk mengunjungi rumah-rumah yang sudah mendaftarkan diri untuk dikunjungi Santa Claus.

    Tentu saja kostum Santa Claus dengan pakain merah dan rambut berjenggot putih seperti Bapak Tua yang bijaksana selalu terlihat atraktif dibarengi dengan pengikut-pengikutnya yang nota bene akan memarahi anak-anak yang nakal. Memang, hadiah akan diberikan ke semua anak. Ketika hadiah itu diberikan, nasehat bijaksana yang meneguhkan perbuatan di tahun baru selalu dilontarkan oleh Santa Claus saat menerima hadiah.

    Suasana seperti itu dihadirkan oleh pihak manajemen JSM di depan Gua Mahawu. Animo masyarakat menyambut Santa Claus tampak lebih meriah ketimbang tahun lalu. Hujan, kabut dan panas tidak menghalangi kedatangan anak-anak di depan Gua Mahawu ini, Semoga makna Natal "berbagi kasih pada sesama" terus bergulir hingga pada akhirnya hidup ini memang sungguh bermakna karena kita hidup bersama.

    Senin, 29 November 2010

    Denah Wisata Rohani: BUKIT DOA TOMOHON

    "Bukit Doa Mahawu, di Tomohon", begitulah para pengunjung menyebutnya sesaat ditanya mau pergi kemana liburan ini. Memang, nama aslinya sebenarnya bukan Bukit Doa Tomohon. Tetapi, Kebun Raya Tomohon yang di dalamnya ada fasilitas rohaninya seperti Jalan Salib, Gua Maria, Chapel dengan diorama setinggi manusia dan diletakkan di tengah jalan. Lho, mengapa disebut Kebun Raya atau Botanical Garden?

    Konon, perbukitan "Bukit Doa" itu yang berada di kaki Gunung Mahawu adalah hutan endemik Sulawesi dengan aneka macam flora dan faunanya yang masuk dalam kelompok hutan tropis. De facto, hutan-hutan itu masih ada dan dilestarikan karena ada beberapa pohon dan tanaman yang hanya tumbuh di garis Wallacea Sulawesi. Semangat untuk menjaga dan melestarikan hutan endemik (flora dan fauna) Sulawesi itulah yang mendorong perbukitan ini diajukan sebagai Kebun Raya. Bahkan, sejauh ini sudah terjalin hubungan dengan Kebun Raya Bogor. Ke depan, tempat ini menjadi "center of excellence" bagi anak cucu dalam konservasi alam hutan Sulawesi.

    Visi dasar "sinegitas alam, bangunan dan rohani" ini kemudian berkembang sejalan dengan penataan lingkungan alam yang berkontur bukit dan bergelombang. View dan udara yang segar mendorong setiap orang untuk bersyukur kepada Sang Pencipta. Tuhan telah menciptakan alam yang sangat eksotik dan memberikan berkah bagi semua orang. Pada tahap berikutnya, di perbukitan itu dibangun sarana-sarana rohani untuk menyediakan tempat bagi siapa saja yang karena kelelahan bekerja lalu ingin mendekatkan diri dengan Tuhan melalui meditasi atau kontempelasi bersama alam. Maka, di dalam "botanical garden" itu tersedia via dolorosa, grotto, chapel, amphitheater, rumah retreat. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mengadakan pembinaan dan pelatihan dengan cara outbound. Bagi calon penganten, trend outdoor wedding bisa juga dilaksanakan di lokasi ini karena ada wedding chapelnya dan tempat resepsi bernuansa alam atau outdoor.

    Untuk lebih lengkapnya, anda bisa mengklik di websitenya www.mahawupilgrim.com atau blog http://rumahretreatalamanda.blogspot.com


    Kamis, 11 November 2010

    Fasilitas di Rumah Retreat Alamanda

    Superior
    "Ruang Makan Alamanda"


    Alamanda "eco resort" Retreat


    Senin, 01 November 2010

    Chapel of Mother Mary Mahawu : Trend Outdoor Wedding



    Chapel Wedding di Bukit Doa Tomohon, lereng Gunung Mahawu yang sejuk menjawab kebutuhan anda akan trend outdoor wedding saat ini. 

    Arsitektur Chapel of Mother Mary sangat unik. Interior dalamnya menyerupai "tulang rusuk" yang dalam Kitab Kejadian menjadi simbol penciptaan manusia. Tulang rusuk secara alkitabiah juga menjadi simbol "pasutri" (pasangan suami istri). 

    Dari Chapel ini lingkungan alamnya sungguh asri. Bahkan dari belakang Chapel anda bisa menikmati panorama alam Gunung Lokon, Pantai Amurang, Kota Tomohon dan sekitarnya. Dari tempat ini pun anda bisa melihat lokasi Bukit Kasih yang dibelakangnya tampak Gunung Soputan yang aktif mengeluarkan asap vulkaniknya.

    Ekterior Chapel tampak seperti Kapal Nabi Nuh yang dibuat terbalik, dengan menara loncengnya yang unik. Pernah suatu ketika sebelum pemberkatan perkawinan, pasangan diminta untuk menarik tali lonceng dan bergemalah bunyi lonceng. Upacara ini menjadi tanda bahwa pasangan pengantin akan masuk ke rumah atau baik Allah yang kudus.

    Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.


    Wedding Party
    Setelah pemberkatan di Chapel anda pasti membutuhkan tempat untuk Resepsi. Di sekitar lokasi Chapel anda bisa memilih untuk menjamu dan menghadirkan pesta perkawinan yang bernuansa sangat alami.

    1. Gua Mahawu
    2. Alamanda Retreat
    3. Kelong Garden

    Pendukung Wedding Party
    Agar pesta perkawinan anda berlangsung alamai dan nyaman bagi para tamu undangan, anda bisa request perlengkapan pesta perkawinan seperti:


    1. Tenda berbagai ukuran
    2. Kursi Cantik
    3. Dekorasi Bunga di Chapel
    4. Dekorasi Bunga di Tempat Resepsi
    5. Catering plus meja bundar dan taplak
    6. Panggung untuk Manten
    7. Sound system + Keyboard + penyanyi
    8. Alat-alat liturgi



    Chapel di Waktu Senja