Penginapan Alamanda Retreat berlokasi di kompleks Bukit Doa Mahawu (Kelong) Tomohon, Sulawesi Uatara. Dari Manado, jaraknya kurang dari satu jam. Arsitektur bangunan penginapan ini bergaya Rumah Panggung Minahasa yang terdiri dari unit-unit resort dan bernuansa hutan alam lereng Gunung Mahawu.
Sinergitas alam, bangunan dan rohani menjadi konsep dasar dari Alamanda Retreat sehingga setiap orang akan merasakan betapa agung dan indahnya alam ciptaan Tuhan. Tersedia Free Wifi.
Tamu kami berasal dari Persekolahan, Pemerintahan, Corporte, Personal, Keluarga, dan Wisatawan Asing. Silahkan hubungi kami, jika anda ingin merasakan penginapan "back to nature".
Sejak hari Minggu (22/7), para romo dan suster sudah mulai berdatangan ke Alamanda Retreat, satu per satu tidak bersamaan. Ini mengingat para Romo tak hanya berasal dari Jakarta saja, tetapi ada yang datang dari Malang, Jayapura, Merauke, Yogyakarta, Pontianak..
Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.
Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi.
Hampir satu tahun, Alamanda Retreat (AR) yang berada di kompleks Bukit Doa Mahawu Tomohon, Sulawesi Utara, direnovasi. Renovasi meliputi, pergantian semua atap bangunan dari atap ijuk ke atap onduline yang tahan bocor.
Ruang makan kini berubah wajah. Selain atap yang diganti lebih elegan dan tahan bocor. Berada di ruang makan terasa hangat karena ada perapian yang diletakkan di tengah. Berikut ada toilet di belakangnya. Dapur meski terhubung lokasi terpisah dengan ruang makan. Kapasitas ruang makan ini bisa menampung 200 orang dalam posisi duduk.
Ruang Makan dan plasa
Kelengkapan rtuang dapur memungkinkan para tamu untuk request menu makanan di luar menu standard yang disiapkan. Dengan kata lain, jangan cermas membawa tamu-tamu dari mancanegara yang menginginkan menu ala Barat. AR siap melayani.
Renovasi juga terjadi di bangunan yang biasa dipakai untuk para pendamping/pimpinan. Di unit rumah itu (antara unit putri dan unit putra) ditambhakan tiga kamar yang berada di lantai bawah. Setiap kamar dilengkapi kamar mandi dalam.
Stone Park adalah taman batu yang berada di antara unit putri dan dan unit vip. View taman ini mengarah ke Manado Tua Bunaken. Betapa indahnya alam jika tak tertutup oleh awan.
Untuk selengkapnya dipersilahkan hubungi CP. Lorens Rawung 085240430838
Hari Sabtu, 30 Oktober 2010 cuaca pagi di kaki Gunung Mahawu cukup cerah. Rombongan 270 karyawan BRI Manado tiba di pintu masuk Bukit Doa Tomohon. Setelah melapor ke security, rombongan berjalan dari pintu masuk Selatan. Sepanjang jalan yang mendaki beberapa peserta tampak terengah-engah, tapi mereka merasa gembira karena bikin badan menjadi sehat. Menghirup udara pagi pegunungan sambil jalan merupakan pengalaman yang menyenangkan.
Halaman parkir di muka Alamanda, menjadi tempat mereka berkumpul sementara sambil menunggu teman-teman lainnya. Informasi tentang acara outing disampaikan di halaman ini. Setelah selesai berkumpul rombongan menuju ke ruang meeting di Alamanda. Di tempat ini. evaluasi kerja disampaikan untuk melihat kembali perkembangan dan kemajuan kinerja BRI. Sementara briefing, hujan dan kabut mulai turun.
Acara berikutnya adalah outbound di arena Mahawu Adventure Park.
Sabtu, 23 Oktober 2010. Sekitar 35 karyawan PT Air Madidi, Minahasa Utara, pembuat minuman mineral AQUA, mengadakan berbagai kegiatan di kaki Gunung Mahawu. Para karyawan ini tergabung dalam tim sukarelawan yang peduli akan lingkungan dan pelestarian alam.
Acara dimulai dengan berjalan bersama atau jogging trekking dari pintu masuk kedua melewati jalan via dolorosa hingga ke Ampiteater. Rute ini menantang karena kontur tanahnya mendaki hingga ke bukit. Tentu, dibutuhkan stamina yang kuat karena sekaligus rute ini menjadi jalan sehat alami. Sepanjang jalan yang dilalui selain mengikuti via dolorosa, anda bisa melihat tanaman hutan endemik Sulawesi yang dijaga kelestariannya. Bunga Phaius, Medinela, yang oleh masyarakat disebut sebagai bunga hutan dilestarikan di sini. Kalau beruntung, suara-suara burung hutan juga bisa anda dengar.
Sesampainya di bukit, rombongan menyempatkan diri untuk melihat ampiteater yang dibangun setengah lingkaran bertangga-tangga. Ampiteater ini pernah dipakai untuk Tomohon Internatinal Choir (ITC). Mereka pentas paduan suara di ampiteater tanpa pengeras suara karena tempat ini sudah sangat akustik. Selain itu, melihat Wedding Chapel yang berbentuk unik seperti kapal Nuh yang terbalik. Dari depan Chapel, anda bisa melihat kota Tomohon dan Gunung Lokon dengan jelas.
Perjalanan menuju tempat pertemuan di arena outbound lumayan melelahkan karena dari Chapel jalan sudah mendaki dan sesampainya di rumah retreat Almanda baru menurun hingga sampai di Mahawu Adventure Park (outbound area). Di arena ini, rombongan menuju ke lokasi penanaman di sebelah Utara. Mereka menghijaukan lokasi dengan menanam pohon Ligua. Setelah acara penghijauan selesai, mereka menuju ke gasebo Selatan untuk melsnjutkn kegiatan. Pengarahan dan dinamika kelompok diadakan di tempat ini. Yel-yel kelompok juga dipentaskan di sini. Kendati hujan deras mengguyur mereka terus melaksanakan kegiatan.
Hujan berhenti. Karyawan PT Air Madidi ini menutup kegiatan dengan flying fox dan high ropes yang sudah tersedia di Mahawu Adventure Park. Ada peserta putri yang tidak berhasil melewati "jembatan" high ropes. Rupanya, rasa takut yang menyebabkan kegagalan. Bahkan, sebelum mencoba permainan ini, ada yang sudah tidak mau ikut permainan. Namun melihat teman begitu senang dengan permainan high ropes dan flying fox, akhirnya tertarik untuk mencoba flying fox. Inilah tujuan dari permainan ini. Yaitu, mampukah kita menguasai diri kita dalam setiap tantangan yang ada?