Penginapan Alamanda Retreat berlokasi di kompleks Bukit Doa Mahawu (Kelong) Tomohon, Sulawesi Uatara. Dari Manado, jaraknya kurang dari satu jam. Arsitektur bangunan penginapan ini bergaya Rumah Panggung Minahasa yang terdiri dari unit-unit resort dan bernuansa hutan alam lereng Gunung Mahawu.
Sinergitas alam, bangunan dan rohani menjadi konsep dasar dari Alamanda Retreat sehingga setiap orang akan merasakan betapa agung dan indahnya alam ciptaan Tuhan. Tersedia Free Wifi.
Tamu kami berasal dari Persekolahan, Pemerintahan, Corporte, Personal, Keluarga, dan Wisatawan Asing. Silahkan hubungi kami, jika anda ingin merasakan penginapan "back to nature".
Sejak hari Minggu (22/7), para romo dan suster sudah mulai berdatangan ke Alamanda Retreat, satu per satu tidak bersamaan. Ini mengingat para Romo tak hanya berasal dari Jakarta saja, tetapi ada yang datang dari Malang, Jayapura, Merauke, Yogyakarta, Pontianak..
Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.
Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi.
PT. Tirta Investama mengadakan meeting para manager dan supervisor di Alamanda Retreat pada hari Sabtu, 5 Februari 2011, mulai pagi pukul 09.00 hingga 20.00 malam. Sebanyak 35 peserta secara intensif mengikuti acara tersebut. Kathleen, sebagai moderator, memulai dengan mengajak peserta meneriakkan yel-yel khas "Aqua" untuk memotivasi peserta bahwa acara ini demi dan untuk kita bersama.
Safety Procedure disampaikan oleh pihak Alamanda. Bahwa keselamatan menjadi prioritas ketika terjadi bencana apapun bahkan datangnya tak terduga sekalipun. Karena itu, pihak Alamanda memberi informasi tentang "di mana kita berada sekarang ini". Alamanda berada di antara dua gunung berapi. Sebelah Timur, Gunung Mahawu yang dulu pernah meletus tetapi sekarang tidak aktif lagi dan tidak mengeluarkan belerang. Alamanda terletak di lereng Gunung ini. Sedangkan sebelah Barat, yang berjarak sekitar 5 km dari Alamanda, ada Gunung Lokon yang sampai sekarang ini mengeluarkan asap vulkanik yang kadang bau belerangnya sampai di Alamanda. Utara lokasi ini adalah hutan Kinilow. Selatannya adalah kota Tomohon. Prosedur penyelamatan bencana adalah evakuasi. Lokasi Evakuasi berada di halaman Parkir sebelah Barat. Sedangkan koordinasi bila terjadi bencana alam atau lainnya adalah Rumah Sakit Gunung Maria dan Polsek Tomohon Utara serat team SAR Tomohon.
Acara selanjutnya pengarahan dari Direktur PT Tirta Innvestama, Pabrik Manado. Dalam meeting ini yang paling penting adalah kerjasama dan koordinasi agar mencapai target-target yang sudah dicanangkan sebelumnya.
Untuk kekompakan team, maka dibuat acara fun games di ruang meeting dan taman alamanda. Makna dalam setiap games, kiranya menjadi bernilai dalam setiap langkah dan gerak bersama guna mencapai target-target yang dibuat.
Untuk konsumsi, sudah diatur demikian. Snak pagi diadakan sebelum acara mulai. Makan siang jam 12.00. Snack sore jam 16.00. Makan malam jam 18.00. Udara yang sejuk membuat peserta tampak begitu lahap menyantap hidangan yang disediakan.
Sabtu, 23 Oktober 2010. Sekitar 35 karyawan PT Air Madidi, Minahasa Utara, pembuat minuman mineral AQUA, mengadakan berbagai kegiatan di kaki Gunung Mahawu. Para karyawan ini tergabung dalam tim sukarelawan yang peduli akan lingkungan dan pelestarian alam.
Acara dimulai dengan berjalan bersama atau jogging trekking dari pintu masuk kedua melewati jalan via dolorosa hingga ke Ampiteater. Rute ini menantang karena kontur tanahnya mendaki hingga ke bukit. Tentu, dibutuhkan stamina yang kuat karena sekaligus rute ini menjadi jalan sehat alami. Sepanjang jalan yang dilalui selain mengikuti via dolorosa, anda bisa melihat tanaman hutan endemik Sulawesi yang dijaga kelestariannya. Bunga Phaius, Medinela, yang oleh masyarakat disebut sebagai bunga hutan dilestarikan di sini. Kalau beruntung, suara-suara burung hutan juga bisa anda dengar.
Sesampainya di bukit, rombongan menyempatkan diri untuk melihat ampiteater yang dibangun setengah lingkaran bertangga-tangga. Ampiteater ini pernah dipakai untuk Tomohon Internatinal Choir (ITC). Mereka pentas paduan suara di ampiteater tanpa pengeras suara karena tempat ini sudah sangat akustik. Selain itu, melihat Wedding Chapel yang berbentuk unik seperti kapal Nuh yang terbalik. Dari depan Chapel, anda bisa melihat kota Tomohon dan Gunung Lokon dengan jelas.
Perjalanan menuju tempat pertemuan di arena outbound lumayan melelahkan karena dari Chapel jalan sudah mendaki dan sesampainya di rumah retreat Almanda baru menurun hingga sampai di Mahawu Adventure Park (outbound area). Di arena ini, rombongan menuju ke lokasi penanaman di sebelah Utara. Mereka menghijaukan lokasi dengan menanam pohon Ligua. Setelah acara penghijauan selesai, mereka menuju ke gasebo Selatan untuk melsnjutkn kegiatan. Pengarahan dan dinamika kelompok diadakan di tempat ini. Yel-yel kelompok juga dipentaskan di sini. Kendati hujan deras mengguyur mereka terus melaksanakan kegiatan.
Hujan berhenti. Karyawan PT Air Madidi ini menutup kegiatan dengan flying fox dan high ropes yang sudah tersedia di Mahawu Adventure Park. Ada peserta putri yang tidak berhasil melewati "jembatan" high ropes. Rupanya, rasa takut yang menyebabkan kegagalan. Bahkan, sebelum mencoba permainan ini, ada yang sudah tidak mau ikut permainan. Namun melihat teman begitu senang dengan permainan high ropes dan flying fox, akhirnya tertarik untuk mencoba flying fox. Inilah tujuan dari permainan ini. Yaitu, mampukah kita menguasai diri kita dalam setiap tantangan yang ada?