Berita Terbaru :

Rapat Komisi Teologi KWI

Sejak hari Minggu (22/7), para romo dan suster sudah mulai berdatangan ke Alamanda Retreat, satu per satu tidak bersamaan. Ini mengingat para Romo tak hanya berasal dari Jakarta saja, tetapi ada yang datang dari Malang, Jayapura, Merauke, Yogyakarta, Pontianak..

Rapimnas KKMK Nasional 2011

Foto bersama para peserta Rapimnas KKMK, bersama Uskup Manago, Mgr, J. Suwatan, MSC sebelum peserta pulang kembali ke daerahnya...

Waliota Tomohon Buka Literasi Media Penguatan Publik

Menkominfo bidang Penguatan Publik untuk kegiatan Forum Pengembangan Literasi Media sebagai Penguatan Publik yang dihadiri oleh 150 peserta.

Trend Outdoor Wedding, Makin Ramai

Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.

Mengenal Lebih Dekat Alamanda Retreat

Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi.

Tampilkan postingan dengan label SMA Lokon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA Lokon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2011

Siswa SMA Lokon: Dari Alamanda ke Puncak Mahawu

Saat Gunung Lokon dinaikkan statusnya "awas" dan kemudian pada hari Kamis malam (14/7) meletus dan mengeluarkan semburan materian berupa awan hitam yang membumbung ke langit hingga 1500 meter, sebagian siswa SMA Lokon yang tinggal di asrama, mengungsi selama 4 hari di Alamanda. Pengungsian 60 an siswa ini lepas dari perhatian dari Tim Penanggulangan Bencana Pemkot Tomohon. Meski demikian, mereka ini mendapat kesempatan untuk ekslplore diri secara bersama dengan mengadakan kegiatan:
  1. Lintas Alam dengan route: start dari Alamnda menuju ke area Outbound, lalu menembus hutan dan jurang kecil dan kemudian mengarah ke "jalan baru" kembali ke Alamanda. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok. Ada lima kelompok masing-masing sepuluh orang. Selama "jogging alam" ini panitia yang berasal dari kelas XII di dampingi pamong membuat pos-pos dan di setiap pos dibuat fun games yang seru.
  2. Hari Senin, acara dilanjutkan dengan "trekking ke Puncak Mahawu" melalui jalur Rurukan. Dua bis mengantar mereka. Sampai di puncak, mereka berjalan mengelilingi kawah menembus semak belukar. Sampai di puncak gunung adalah pengalman spiritual yang indah karena mereka memaknai alam indah yang diciptakan Tuham
Pengalaman ini sangat membekas di hati para siswa karena di waktu yang sama penduduk di sekitar asrama dan sekolah mengungsi di tempat pengungsian yang telah ditentukan. Trauma mengungsi serasa hilang ketika para siswa SMA Lokon ini bisa mengadakan "outing" bersama dengan teman-temannya. Kegiatan yang sehat sekaligus ramah lingkungan. ***


Minggu, 30 Januari 2011

"LOKAKARYA ROHANI", Staf dan Pamong Asrama Lokon

Tomohon, 29-30 Januari 2011 - Memperbaharui motivasi "bekerja" sebagai pembina dan pamong Asrama bagi anak-anak remaja SMA, sangatlah penting. Tanpa ada motivasi yang kuat dan keteduhan iman, maka rutinitas keseharian akan terasa hambar.  Pekerjaan akan dirasakan seperti mesin yang otomatis berputar sesuai dengan mekanisme yang ada. Suka dan duka atau malah banyak dukanya dalam bertegur sapa dan berhadapan dengan anak-anak asrama, hendaklah menjadi semangat untuk makin berkarya di tengah gejolak perkembangan anak remaja. Karena itu, motivasi dan peneguhan iman sangatlah penting untuk membina dan mendampingi anak remaja yang sedang berkembang. "Ingat, dalam berkarya di asrama, hasilnya tidak segera dirasakan, malah kayaknya apa yang kita buat dianggap gagal terus. Hasil akan terlihat kalau mereka sudah keluar dari asrama dan menginjak dewasa", demikian kata Pastor Yong Ohoitimur, MSC dalam kotbahnya di Misa Penutupan.


Sebanyak 20 pamong, plus Kepala Sekolah/Asrama Bp. Max M Imbang, dan Bp. Chris Sarangi, mengikuti acara Lokakarya Rohani yang dimulai pada hari Sabtu hingga Minggu Siang di Alamanda Retreat. Kedatangan mereka disambut dengan hujan dan dingin. Namun cuaca tidak menghalangi semangat mereka untuk mengikuti lokakarya.


Bpk. Max Imbang, selaku Kepala Sekolah/Asrama memberikan sambutan yang intinya memberikan semangat agar kesempatan lokakarya ini selain kesempatan yang langka juga menjadi kesempatan untuk memperbaharui diri dalam tugas dan tanggungjawab sebagai pembina asrama. Mari kita beryukur atas kesempatan ini. Kemudian Pastor Yong sebagai fasilitator acara lokakarya mengajak peserta untuk mengadakan sharing suka duka sebagai pembina asrama. Sharing dimaksudkan untuk saling meneguhkan dan saling belajar antara pembina asrama yang sudah lama dan yang baru. Dengan demikian kesamaan persepsi dan pembinaan senantiasa sinergi. Bahkan sharing ini juga bermanfaat nantinya untuk perkembangan sekolah juga.


Kendati cuaca gerimis, pada hari Minggu pagi jam setengah enam,  para peserta mengadakan jalan salib di lokasi yang tidak jauh dari Alamanda Retreat. Kurang lebih 300 meter. Dari Alamanda, lokasi jalan salib harus turun menuju ke pintu masuk sebelah Selatan. Dari pintu masuk itu, lebih kurang 45 menit mengadakan ibadah jalan salib melewati 14 perhentian. Lalu diakhiri di depan Gua Maria Mahawu. Rasa capek nampak terpancar di wajah para peserta. Jalan Salib yang berkontur bukit dan menanjak hingga kembali ke alamanda memang membuat orang "hosah" (ngos-ngosan). Kendati fisik capek, namun pengalaman rohani di hari Minggu pagi ketika kabut masih nampak menyelimuti perbukitan menyegarkan semangat mereka.


Acara kemudian dilanjutkan dengan materi "Spiritualitas Pembina". Dalam session ini, Pastor Yong mengajak peserta untuk "merefresh" kembali semangat dasar atau roh apa yang menggerakkan saya menjadi seorang pembina di asrama. Dalam me "refresh" sebaiknya kita meneladani apa yang telah dibuat Yesuslah terhadap para pengikut dan para muridNya. Yesus menjadi sumber rohani bagi para pembina.


Setelah session ini lalu dilanjutkan misa dan penutupan. Namun sebelumnya peserta menikmati "cofee break" terlebih dahulu. Semoga Lokakarya Rohani ini berhasil dalam menumbuhkan kembali motivasi dan semangat membina siswa-siswi SMA Lokon yang berjumlah 350 orang dan semua tinggal di asrama.