Penginapan Alamanda Retreat berlokasi di kompleks Bukit Doa Mahawu (Kelong) Tomohon, Sulawesi Uatara. Dari Manado, jaraknya kurang dari satu jam. Arsitektur bangunan penginapan ini bergaya Rumah Panggung Minahasa yang terdiri dari unit-unit resort dan bernuansa hutan alam lereng Gunung Mahawu.
Sinergitas alam, bangunan dan rohani menjadi konsep dasar dari Alamanda Retreat sehingga setiap orang akan merasakan betapa agung dan indahnya alam ciptaan Tuhan. Tersedia Free Wifi.
Tamu kami berasal dari Persekolahan, Pemerintahan, Corporte, Personal, Keluarga, dan Wisatawan Asing. Silahkan hubungi kami, jika anda ingin merasakan penginapan "back to nature".
Sejak hari Minggu (22/7), para romo dan suster sudah mulai berdatangan ke Alamanda Retreat, satu per satu tidak bersamaan. Ini mengingat para Romo tak hanya berasal dari Jakarta saja, tetapi ada yang datang dari Malang, Jayapura, Merauke, Yogyakarta, Pontianak..
Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.
Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi.
Ukuran keberhasilan seseorang dilihat bukan dari segi akademis saja melainkan dari tercapainya tujuan hidup manusia, yaitu kebahagiaan. Pemikiran ini bukan tanpa alasan.
Salah satu pengetrapan dalam pembinaan dan pendidikan di SMA Lokon, adalah menggunakan Kurikulum Berbasis Kehidupan atau "successful in life". Secara ringkas, KBK model SMA ini memadukan secara harmoni, seluruh aspek dan potensi intelegensia dasar manusia. Karena itu, bidang akademis dirasa kurang kalau etika, moral, phisik dan religi tidak disertakan. Ukuran terbaiknya adalah keseimbangan merata di segala aspek.
Semangat dasar itu, sudah beberapa kali diwujudnyatakan dalam berbagai bentuk kegiatan bagi siswa. Nama kegiatan yang berlangsung di Alamanda Retret, Bukit Doa Mahawu, Tomohon adalah:
Retret Kelas XII, sekaligus masa tenang mempersiapkan diri UN 2012, 28-30 Maret 2012, dipimpin oleh Pst. Boni Pr, dari Universitas deLa Salle, Manado
Rekoleksi dan Character Building, Kelas X, mulai tanggal 26-31 April 2012, dibimbing oleh Past Boni, Pr, dari Universitas De la Salle, Manado dan Bpk, Tri dkk, dari Tim MAP (Mahawu Adventure Park) Bukit Doa Mahawu.
Sabtu, 23 Oktober 2010. Sekitar 35 karyawan PT Air Madidi, Minahasa Utara, pembuat minuman mineral AQUA, mengadakan berbagai kegiatan di kaki Gunung Mahawu. Para karyawan ini tergabung dalam tim sukarelawan yang peduli akan lingkungan dan pelestarian alam.
Acara dimulai dengan berjalan bersama atau jogging trekking dari pintu masuk kedua melewati jalan via dolorosa hingga ke Ampiteater. Rute ini menantang karena kontur tanahnya mendaki hingga ke bukit. Tentu, dibutuhkan stamina yang kuat karena sekaligus rute ini menjadi jalan sehat alami. Sepanjang jalan yang dilalui selain mengikuti via dolorosa, anda bisa melihat tanaman hutan endemik Sulawesi yang dijaga kelestariannya. Bunga Phaius, Medinela, yang oleh masyarakat disebut sebagai bunga hutan dilestarikan di sini. Kalau beruntung, suara-suara burung hutan juga bisa anda dengar.
Sesampainya di bukit, rombongan menyempatkan diri untuk melihat ampiteater yang dibangun setengah lingkaran bertangga-tangga. Ampiteater ini pernah dipakai untuk Tomohon Internatinal Choir (ITC). Mereka pentas paduan suara di ampiteater tanpa pengeras suara karena tempat ini sudah sangat akustik. Selain itu, melihat Wedding Chapel yang berbentuk unik seperti kapal Nuh yang terbalik. Dari depan Chapel, anda bisa melihat kota Tomohon dan Gunung Lokon dengan jelas.
Perjalanan menuju tempat pertemuan di arena outbound lumayan melelahkan karena dari Chapel jalan sudah mendaki dan sesampainya di rumah retreat Almanda baru menurun hingga sampai di Mahawu Adventure Park (outbound area). Di arena ini, rombongan menuju ke lokasi penanaman di sebelah Utara. Mereka menghijaukan lokasi dengan menanam pohon Ligua. Setelah acara penghijauan selesai, mereka menuju ke gasebo Selatan untuk melsnjutkn kegiatan. Pengarahan dan dinamika kelompok diadakan di tempat ini. Yel-yel kelompok juga dipentaskan di sini. Kendati hujan deras mengguyur mereka terus melaksanakan kegiatan.
Hujan berhenti. Karyawan PT Air Madidi ini menutup kegiatan dengan flying fox dan high ropes yang sudah tersedia di Mahawu Adventure Park. Ada peserta putri yang tidak berhasil melewati "jembatan" high ropes. Rupanya, rasa takut yang menyebabkan kegagalan. Bahkan, sebelum mencoba permainan ini, ada yang sudah tidak mau ikut permainan. Namun melihat teman begitu senang dengan permainan high ropes dan flying fox, akhirnya tertarik untuk mencoba flying fox. Inilah tujuan dari permainan ini. Yaitu, mampukah kita menguasai diri kita dalam setiap tantangan yang ada?