Berita Terbaru :

Rapat Komisi Teologi KWI

Sejak hari Minggu (22/7), para romo dan suster sudah mulai berdatangan ke Alamanda Retreat, satu per satu tidak bersamaan. Ini mengingat para Romo tak hanya berasal dari Jakarta saja, tetapi ada yang datang dari Malang, Jayapura, Merauke, Yogyakarta, Pontianak..

Rapimnas KKMK Nasional 2011

Foto bersama para peserta Rapimnas KKMK, bersama Uskup Manago, Mgr, J. Suwatan, MSC sebelum peserta pulang kembali ke daerahnya...

Waliota Tomohon Buka Literasi Media Penguatan Publik

Menkominfo bidang Penguatan Publik untuk kegiatan Forum Pengembangan Literasi Media sebagai Penguatan Publik yang dihadiri oleh 150 peserta.

Trend Outdoor Wedding, Makin Ramai

Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.

Mengenal Lebih Dekat Alamanda Retreat

Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi.

Rabu, 28 September 2011

Rapat Kerja Kapolda Sulut

Tomohon, Jumat, 16 Sepetember 2011,

Kapolda Sulut, Bp. Carlo Teuw beserta Ibu, tiba di Alamanda Retreat pukul 08.45 wita. Iringan musik bambu dari group Berlian, Kakaskasen, menyambut kedatangan Bapak Kapolda dan rombongan. Sementara itu, beberapa tamu undangan seperti Plt. Walikota Tomohon, Bp Jimmy Eman SE bersama jajarannya sudah tiba beberapa menit sebelumnya. Selain musik bambu, juga tarian Kabasaran nampak menyambut para pejabat ini dengan tarian perangnya yang sangat khas. Tetabuhan perang dan teriakan perang mewarnai langkah dan tari mereka.

Sepasang muda-mudi berpakaian khas minahasa siap menyematkan bunga dada ke Kapolda dan Walikota Tomohon. Seusai seromoni ini, keduanya langsung menuju ke tempat acara. Di lain pihak, para Kapolres se-Sulut sudah menunggu kedatangan atasannya di plasa dekat Ruang Makan yang sekaligus dijadikan lobby. Kedatangan para Kapolres.

Rapat Evaluasi Kerja Jajaran Kapolda Sulut, itulah kegiatan yang diselenggaran di Alamanda untuk ke dua kalinya. Dipilihnya Alamanda sebagai tempat pertemuan, bukan tidak ada alasan. Lokasi ini suangguh nyaman dan jauh dari kebisingan. Apalagi, udara yang sejuk serta suasana kehijauan dan nuansa alami yang membuat betah siapa saja yang datang ke lokasi.

Sementara suami-suaminya mengadakan evaluasi kerja, para istri polisi ini juga membuat penghijauan dalam rangka mensukseskan "Gerekana Perempuan Tanam dan Pelihara Hutan" di lereng pelataran Parkir. Kegiatan ini berkesinambungan dengan penghijauan di Bukit Temboan Rurukan.

Meski diwarnai hujan, namun kegiatan berjalan lancar hingga ditutup sore hari.




Penataan Ruang Meeting

Halaman Parkir

Lobby sekaligus Ruang Makan

Plt. Walikota Tomohon, Bp Jimmy Eman, Ibu Mary Wewengkang, Kapolda Silut, Bp. Carol Tewu

Halaman Pakir Utama

Rabu, 07 September 2011

Jagung Night in Alamanda

Jagung Siap Dibakar
 
Bisa-bisa Jagung Gosong Nih!

Foto-foto by Caroline Silka Salim, 
KKMK Indonesia, Rapimnas XXIII, 2011

Senin, 05 September 2011

Just Married



BUKIT DOA MAHAWU - Minggu, 4 September 2011 merupakan hari baik buat mempelai. Hujan deras yang baru saja membasahi perbukitan Mahawu, tak menyurutkan kegembiraan pengantin dan para tamu untuk mengadakan Upacara Pernikahan di Chapel Mahawu yang unik.

Dekorasi bunga hidup berwarna putih, seputih gaun pengantin yang dibalutkan pada tubuh mereka, menambah suasana pernikahan Minggu siang itu. Chapel Mahawu yang bentuk bangunannya unik kecoklatan makin harmonis dengan dominasi dekorasi putih dan kuning keemasan.

Meski selama berada di dalam Chapel, hujan kembali mengguyur, suasana anggun pemberkatan pernikahan tetap terjaga dan lancar tanpa takut kena basah. Tampak, para tamu undangan tidak mau ketinggalan berfoto sendiri di depan Chapel. Itulah uniknya Chapel ini. Memiliki daya pikat untuk berfoto dengan latar belakang bangunan Chapel.

Selamat menempuh hidup baru.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Kebersamaan KKMK Indonesia | Galerry Foto










Sabtu, 13 Agustus 2011

RAPIMNAS XXIII TAHUN 2011, KKMK INDONESIA



Rabu, 03 Agustus 2011

Siswa SMA Lokon: Dari Alamanda ke Puncak Mahawu

Saat Gunung Lokon dinaikkan statusnya "awas" dan kemudian pada hari Kamis malam (14/7) meletus dan mengeluarkan semburan materian berupa awan hitam yang membumbung ke langit hingga 1500 meter, sebagian siswa SMA Lokon yang tinggal di asrama, mengungsi selama 4 hari di Alamanda. Pengungsian 60 an siswa ini lepas dari perhatian dari Tim Penanggulangan Bencana Pemkot Tomohon. Meski demikian, mereka ini mendapat kesempatan untuk ekslplore diri secara bersama dengan mengadakan kegiatan:
  1. Lintas Alam dengan route: start dari Alamnda menuju ke area Outbound, lalu menembus hutan dan jurang kecil dan kemudian mengarah ke "jalan baru" kembali ke Alamanda. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok. Ada lima kelompok masing-masing sepuluh orang. Selama "jogging alam" ini panitia yang berasal dari kelas XII di dampingi pamong membuat pos-pos dan di setiap pos dibuat fun games yang seru.
  2. Hari Senin, acara dilanjutkan dengan "trekking ke Puncak Mahawu" melalui jalur Rurukan. Dua bis mengantar mereka. Sampai di puncak, mereka berjalan mengelilingi kawah menembus semak belukar. Sampai di puncak gunung adalah pengalman spiritual yang indah karena mereka memaknai alam indah yang diciptakan Tuham
Pengalaman ini sangat membekas di hati para siswa karena di waktu yang sama penduduk di sekitar asrama dan sekolah mengungsi di tempat pengungsian yang telah ditentukan. Trauma mengungsi serasa hilang ketika para siswa SMA Lokon ini bisa mengadakan "outing" bersama dengan teman-temannya. Kegiatan yang sehat sekaligus ramah lingkungan. ***


Kunjungan Pastor dari Italia

Pastor Piet Tinangon Pr, Vikjend Keuskupan Manado bersama pastor Italia dan Fransiskan Medan

Selasa, 31 Mei 2011

Kunjungan Para Pastor

Para Pastor Dekenat Tangerang foto bersama di depan Gua Maria Mahawu
Foto Bersama Owner Bp. Ronald Korompis dan Ibu Mary
Dekenat Tangerang KAJ: 
Dari 25 - hingga 28 April 2011, sebanyak 25 Pastor yang bertugas di paroki-paroki Dekenat Tangerang mengunjungi tempat ziarah Jalan Salib Mahawu atau Bukit Doa Tomohon. Kedatangan para pastor ini yang dikoordinir oleh Pst. Yus Noron Pr, sempat mengadakan Jalan Salib dan kemudian foto bersama di Gua Maria Sanctissima Mahawu. Kedatangan para pastor dalam rangka membangun persaudaraan setelah berlelah menjalani tugasnya selama Pekan Suci. Selama 4 hari, rombongan mngunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Minahasa, Tomohon dan Manado. Selama berada di Minahasa, para pastor menginap di Wisma Lokon.

Rayon Klaten Barat Utara:
Pastor-pastor KAS rayon Klaten Barut ini datang dari tanggal 23- 27 Mei 2011. Tempat menginap para pastor di Alamanda Retreat yang sejuk dan dingin di malam hari. Selain mengadakan ibadah Jalan Salib, para pastor juga mengadakan Misa di Chapel Mahawu dipimpin oleh Romo Agus Purwadi Pr. Jumlah rombongan ada 14 orang terdiri dari 1 frater dan 13 imam. Selain mengunjungi obyek-obyek wisata di Minahasa, Tomohon, Bitung dan Bunaken, mencicipi kuliner khas minahasa juga diagendakan.


Pastor-pastor SVD:
7 Pastor SVD yang diketuai oleh Pst Halim SVD menyempatkan diri datang ke tempat ziarah Bukit Doa Tomohon. Rupanya kedatangan para pastor ini dalam rangka mendampingi retret Tulang Rusuk yang diselenggarakan komunitas Tulang Rusuk Manado. Setelah berkunjung di Bukit Doa, rombongan melanjutkan ke Danau Linow.

Kamis, 19 Mei 2011

Peziarah Mei dari Jakarta

Pastor Frans Pitoy memimpin Misa di Gua Mahawu
Romb Ibu Helen Jakarta bersama Pastor OFM

Di depan Gua Maria Sancttissima Mahawu

Sabtu, 23 April 2011

Walikota Tomohon, Jimmy Eman Buka Literasi Media di Alamanda



Tomohon, 20 April 2011- Alamanda Retreat dipakai oleh Menkominfo bidang Penguatan Publik untuk kegiatan Forum Pengembangan Literasi Media sebagai Penguatan Publik yang dihadiri oleh 150 peserta dari SKPD Pemkot Tomohon dan tokoh-tokoh Pemuka Masyarakat, Pemuka Agama, LSM dan insan press. 

Sebelum membuka resmi Forum tersebut, Walikota Jimmy Eman mengatakan bahwa “Harus ada sinergi antara pemerintah dengan pers. Sebab itu, dengan adanya forum ini diketahui bagaimana peran media dalam kehidupan bermasyarakat,”. Beliau juga menegaskan, "Peran media mulai bergeser dari kode etik dan idealisme, karena tak lagi menyajikan berita yang berpihak kepada masyarakat. Jauh dari unsur edukatif,". Karena itu, pers jangan hanya profit oriented dalam menjalankan industri medianya.