Berita Terbaru :

Rapat Komisi Teologi KWI

Sejak hari Minggu (22/7), para romo dan suster sudah mulai berdatangan ke Alamanda Retreat, satu per satu tidak bersamaan. Ini mengingat para Romo tak hanya berasal dari Jakarta saja, tetapi ada yang datang dari Malang, Jayapura, Merauke, Yogyakarta, Pontianak..

Rapimnas KKMK Nasional 2011

Foto bersama para peserta Rapimnas KKMK, bersama Uskup Manago, Mgr, J. Suwatan, MSC sebelum peserta pulang kembali ke daerahnya...

Waliota Tomohon Buka Literasi Media Penguatan Publik

Menkominfo bidang Penguatan Publik untuk kegiatan Forum Pengembangan Literasi Media sebagai Penguatan Publik yang dihadiri oleh 150 peserta.

Trend Outdoor Wedding, Makin Ramai

Daya tampung Chapel ini bisa mencapai 150 orang. Pemberkatan pernikahan anda di sini semakin meriah penuh syukur karena disaksikan oleh keluarga, saudara dan handai taulan serta tamu undangan.

Mengenal Lebih Dekat Alamanda Retreat

Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi.

Kamis, 17 Februari 2011

Suasana Hari Libur Maulid (15/2) di Bukit Doa Mahawu

Parkir Mobil di depan Alamanda

Pengunjung Beribadat di bawah pohon

Di bawah pohon pun, bisa untuk beribadat

Pinggir Jalan terpaksa untuk Parkir
Macet

 Pengunjung Datang dari arah Jalan Salib

Kemiri Mini Shop

Senin, 14 Februari 2011

Peziarah dari Paroki St. Paulus Depok, Bogor, Jawa Barat


Tomohon, 13 Februari 2011 - Ketenaran tempat Ziarah Jalan Salib Mahawu atau Bukit Doa Mahawu di Tomohon sebagai tujuan wisata rohani kembali terbukti dengan kedatangan para peziarah dari Jakarta, Surabaya, Malang dan beberapa turis dari manacanegara hari Minggu kemarin. Berbeda dengan yang lain, rombongan Pastor Taucen Hotlan Girsang, OFM dari Paroki Santo Paulus, Depok tiba pada hari Sabtu sore dan menginap di Alamanda Retreat. Berbagai kegiatan dilakukan sebelumnya karena Pastor mengajak umatnya datang ke Jalan Salib Mahawu ini untuk berdoa dan rekoleksi.
Setibanya di Alamanda mereka langsung check-in dan kemudian makan malam pada jam 6 malam. Sesudah itu diadakan renungan malam. Di saat makan malam, beberapa perserta berkomentar tentang Rumah Retreat Alamanda yang baru pertama kali datang untuk menginap dan mengadakan kegiatan rohani. Kekaguman pada suasana alam dan bangunan yang ramah lingkungan terdengar di antara peserta. Alam pepohonan yang rindang menyejukan para peserta dari kepenatan perjalanan jauh dari Jakarta-Manado-Tomohon.

Keesokan harinya sekitar jam 7 pagi sesudah sarapan. Kegiatan rohani dilanjutkan dengan doa Ibadat Jalan Salib. Rombongan kemudian turun ke bawah menuju pintu masuk sebelah Selatan karena jalan salib lokasi di situ. Ada 24 peserta sudah termasuk Pastor dan Bruder OFM mengikuti jalan salib dengan hikmatnya. Dengan menggunakan buku "Doa Jalan Salib Mahawu" yang dicetak dengan full colour dan dihiasi foto-foto indah kompleks JSM, peserta tampak mengikuti jalan salib dengan serius. Mengenang kembali perjalanan penderitaan Yesus yang memanggul salib hingga gunung Golgota, merupakan buah rohani tersendiri. Apalagi rute perhentian demi perhentian sedikit menanjak sehingga mengingatkan perjalanan Yesus yang berak menuju Golgota.

Setelah jalan salib, Pastor Coen mengajak berdoa bersama sambil berlutut di Gua Maria Sanctissima Mahawu. Kendati cuaca agak mendung dan sedikit gerimis, doa tetap jalan. Bahkan Pastor memberi berkat perutusan kepada para peserta. Setelah selesai berdoa, para peserta menuju ke amphiteater. Bentuk bangunan ini mirip "colloseum" jaman romawi sehingga sangat sayang dilewatkan begitu saja. Karena itu, peserta mengambil foto bersama di amphiteater ini. Demikian juga di Chapel Bunda Maria. Keunikan kapel yang mirip kapal nabi Nuh terbalik menjadi incaran untuk berfoto bersama. Tidak hanya itu, Pastor mengajak umatnya untuk berdoa dalam kapel. Mohon agar Tuhan senantiasa memberikan berkah keselamatan dan kebahagiaan bagi kita semua melalui doa Santo Fransiskus Asisi yang dibawakan oleh Bruder.

Setelah berziarah di Bukit Doa Mahawu, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Susteran Karmel dan tempat wisata lainnya di Minahasa. Selanjutnya rombongan menuju ke Manado.

Setelah rombongan Paroki Depok meninggalkan tempat ziarah, datang rombongan dari Paroki Matraman Jakarta. Saat itu, cuaca kurang baik karena hujan dan kabut sempat turun tidak lama. Namun kekhusukan berdoa tampak tidak berpengaruh kendati cuaca saat itu tidak bersahabat. (tn)

Senin, 07 Februari 2011

PT TIRTA INVESTAMA MEETING SEHARI DI ALAMANDA


PT. Tirta Investama mengadakan meeting  para manager dan supervisor di Alamanda Retreat pada hari Sabtu, 5 Februari 2011, mulai pagi pukul 09.00 hingga 20.00 malam. Sebanyak 35 peserta secara intensif mengikuti acara tersebut. Kathleen, sebagai moderator, memulai dengan mengajak peserta meneriakkan yel-yel khas "Aqua" untuk memotivasi peserta bahwa acara ini demi dan untuk kita bersama.

Safety Procedure disampaikan oleh pihak Alamanda. Bahwa keselamatan menjadi prioritas ketika terjadi bencana apapun bahkan datangnya tak terduga sekalipun. Karena itu, pihak Alamanda memberi informasi tentang "di mana kita berada sekarang ini". Alamanda berada di antara dua gunung berapi. Sebelah Timur, Gunung Mahawu yang dulu pernah meletus tetapi sekarang tidak aktif lagi dan tidak mengeluarkan belerang. Alamanda terletak di lereng Gunung ini. Sedangkan sebelah Barat, yang berjarak sekitar 5 km dari Alamanda, ada Gunung Lokon yang sampai sekarang ini mengeluarkan asap vulkanik yang kadang bau belerangnya sampai di Alamanda. Utara lokasi ini adalah hutan Kinilow. Selatannya adalah kota Tomohon. Prosedur penyelamatan bencana adalah evakuasi. Lokasi Evakuasi berada di halaman Parkir sebelah Barat. Sedangkan koordinasi bila terjadi bencana alam atau lainnya adalah Rumah Sakit Gunung Maria dan Polsek Tomohon Utara serat team SAR Tomohon.

Acara selanjutnya pengarahan dari Direktur PT Tirta Innvestama, Pabrik Manado. Dalam meeting ini yang paling penting adalah kerjasama dan koordinasi agar mencapai target-target yang sudah dicanangkan sebelumnya.

Untuk kekompakan team, maka dibuat acara fun games di ruang meeting dan taman alamanda. Makna dalam setiap games, kiranya menjadi bernilai dalam setiap langkah dan gerak bersama guna mencapai target-target yang dibuat.

Untuk konsumsi, sudah diatur demikian. Snak pagi diadakan sebelum acara mulai. Makan siang jam 12.00. Snack sore jam 16.00. Makan malam jam 18.00. Udara yang sejuk membuat peserta tampak begitu lahap menyantap hidangan yang disediakan.

Jumat, 04 Februari 2011

Mengenal Lebih Dekat Alamanda Retreat



Banyak orang bertanya, "Ada di manakah lokasi Alamanda Retreat?". Alamanda Retreat berada di Tomohon, Sulawesi Utara. Berjarak 45 km dari kota Manado, ibu kota dari Sulawesi Utara dan ditempuh dalam waktu 45 menit.

Alamanda Retreat berada di lokasi Jalan Salib Mahawu, di mana masyarakat mengenal sebagai Bukit Doa Mahawu Tomohon. Luas area tempat ini adalah 63 ha. Tempat ini berada di kaki gunung Mahawu dan memiliki kontur tanah yang berbukit dan ada pada ketinggian antara 820-1020 m dari atas permukaan laut. Rata-rata Suhu udara 20 derajat Celsius dan udaranya sejuk. Kalau musim hujan, udara terasa lebih dingin. Karena itu, para tamu dianjurkan untuk membawa baju hangat.

Bukit Doa Mahawu memiliki fasilitas-fasilitas untuk berdoa seperti Jalan Salib, Gua Maria, Kapel. Ampiteater dibangun untuk tempat pertunjukan seni dan mampu menampung 1000 orang. Selain itu, Bukit Doa Mahawu dilengkapi dengan mini shop dan kafe untuk makan dan minum. Ada juga fasilitas outbound.

Bentuk bangunan
Alamanda Retreat dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Bentuk bangunan berupa  rumah panggung kayu khas Minahasa. Lingkungan alam di sekitar Alamanda Retreat masih hutan pepohonan khas Sulawesi. Suara alam dan binatang hutan masih sering terdengar pada saat pagi hari atau sore hari. Karena berada di lereng pegunungan, Alamanda sering diselimuti kabut sehingga suasana alamnya makin eksotik.

Siapa yang memakai Alamanda Retreat?
Alamanda Retreat sering dipakai oleh rombongan dari Gereja, Universitas, Sekolah, Pemerintah, Perusahaan untuk mengadakan kegiatan ibadah seperti retreat, lokakarya, seminar, rapat, pertemuan nasional dll.
Alamanda Retreat bisa dipakai untuk menginap bagi keluarga atau perorangan yang berlibur atau membutuhkan penginapan karena menghadiri perkawinan di kapel Mahawu.

Tipe-tipe kamar:
  1. Standard : ada 2 unit rumah. 1 kamar untuk 8 orang. Kamar mandi ada di luar/ di bawah bangunan.
  2. Deluxe: ada 1 unit rumah. 1 kamar untuk 3 orang. Kamar mandi ada di dalam.
  3. Superior: ada 1 unit rumah. 1 rumah untuk 4 orang. Ada ruang tamu dan teras.
  4. Maksimal 80 orang dan masih bisa extra-bed.

Fasilitas-fasilitas:
  1. 1 unit ruang meeting untuk 100 orang. Dilengkapi dengan sound system dan infocus/LCD, ruang untuk diskusi.
  2. 1 unit ruang makan.
  3. Air panas di semua kamar mandi.
  4. Disediakan selimut di setiap tempat tidur.
  5. Mini shop.
Price List
Rata-rata Rp 200.000,- /per malam/per orang sudah temasuk 3 kali makan dan 2 x snack, untuk rombongan 50 pax ke atas. Harga belum termasuk service charge.

Obyek Wisata lainnya
Bukit Doa Mahawu dikenal sebagai tempat tujuan wisata rohani. Ada pagoda Budha yang terletak tidak jauh dari Bukit Doa Mahawu. Tempat wisata lainnya yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pasar Tradisional Tomohon, Danau Linow (danau berwarna), Bukit Kasih, Danau Tondano, Industri Rumah Kayu Woloan, dll.

Transportasi 
A. Penerbangan:
Maskapi penerbangan yang melayani ke Manado
- Dari Jakarta langsung ke Manado: Garuda, Lion, Batavia
- Dari Jakarta via Makasar: Lion
- Dari Surabaya lansung Manado: Sriwijaya, Lion
- Dari Yogya, Semarang : Lion, Garuda ganti pesawat di Jakarta

B. Kendaraan umum dari Manado ke Tomohon:
- Taxi Airport
- Mikrolet
- Ojek
- Bis Umum: Manado - Tomohon
C. Kendaraan Sewa:
- Bis untuk rombongan
- Elf
- Inova, Avanza, Zenia


    Minggu, 30 Januari 2011

    "LOKAKARYA ROHANI", Staf dan Pamong Asrama Lokon

    Tomohon, 29-30 Januari 2011 - Memperbaharui motivasi "bekerja" sebagai pembina dan pamong Asrama bagi anak-anak remaja SMA, sangatlah penting. Tanpa ada motivasi yang kuat dan keteduhan iman, maka rutinitas keseharian akan terasa hambar.  Pekerjaan akan dirasakan seperti mesin yang otomatis berputar sesuai dengan mekanisme yang ada. Suka dan duka atau malah banyak dukanya dalam bertegur sapa dan berhadapan dengan anak-anak asrama, hendaklah menjadi semangat untuk makin berkarya di tengah gejolak perkembangan anak remaja. Karena itu, motivasi dan peneguhan iman sangatlah penting untuk membina dan mendampingi anak remaja yang sedang berkembang. "Ingat, dalam berkarya di asrama, hasilnya tidak segera dirasakan, malah kayaknya apa yang kita buat dianggap gagal terus. Hasil akan terlihat kalau mereka sudah keluar dari asrama dan menginjak dewasa", demikian kata Pastor Yong Ohoitimur, MSC dalam kotbahnya di Misa Penutupan.


    Sebanyak 20 pamong, plus Kepala Sekolah/Asrama Bp. Max M Imbang, dan Bp. Chris Sarangi, mengikuti acara Lokakarya Rohani yang dimulai pada hari Sabtu hingga Minggu Siang di Alamanda Retreat. Kedatangan mereka disambut dengan hujan dan dingin. Namun cuaca tidak menghalangi semangat mereka untuk mengikuti lokakarya.


    Bpk. Max Imbang, selaku Kepala Sekolah/Asrama memberikan sambutan yang intinya memberikan semangat agar kesempatan lokakarya ini selain kesempatan yang langka juga menjadi kesempatan untuk memperbaharui diri dalam tugas dan tanggungjawab sebagai pembina asrama. Mari kita beryukur atas kesempatan ini. Kemudian Pastor Yong sebagai fasilitator acara lokakarya mengajak peserta untuk mengadakan sharing suka duka sebagai pembina asrama. Sharing dimaksudkan untuk saling meneguhkan dan saling belajar antara pembina asrama yang sudah lama dan yang baru. Dengan demikian kesamaan persepsi dan pembinaan senantiasa sinergi. Bahkan sharing ini juga bermanfaat nantinya untuk perkembangan sekolah juga.


    Kendati cuaca gerimis, pada hari Minggu pagi jam setengah enam,  para peserta mengadakan jalan salib di lokasi yang tidak jauh dari Alamanda Retreat. Kurang lebih 300 meter. Dari Alamanda, lokasi jalan salib harus turun menuju ke pintu masuk sebelah Selatan. Dari pintu masuk itu, lebih kurang 45 menit mengadakan ibadah jalan salib melewati 14 perhentian. Lalu diakhiri di depan Gua Maria Mahawu. Rasa capek nampak terpancar di wajah para peserta. Jalan Salib yang berkontur bukit dan menanjak hingga kembali ke alamanda memang membuat orang "hosah" (ngos-ngosan). Kendati fisik capek, namun pengalaman rohani di hari Minggu pagi ketika kabut masih nampak menyelimuti perbukitan menyegarkan semangat mereka.


    Acara kemudian dilanjutkan dengan materi "Spiritualitas Pembina". Dalam session ini, Pastor Yong mengajak peserta untuk "merefresh" kembali semangat dasar atau roh apa yang menggerakkan saya menjadi seorang pembina di asrama. Dalam me "refresh" sebaiknya kita meneladani apa yang telah dibuat Yesuslah terhadap para pengikut dan para muridNya. Yesus menjadi sumber rohani bagi para pembina.


    Setelah session ini lalu dilanjutkan misa dan penutupan. Namun sebelumnya peserta menikmati "cofee break" terlebih dahulu. Semoga Lokakarya Rohani ini berhasil dalam menumbuhkan kembali motivasi dan semangat membina siswa-siswi SMA Lokon yang berjumlah 350 orang dan semua tinggal di asrama.

    Selasa, 25 Januari 2011

    Uskup Roemond, Belanda Selatan Mgr Fransiskus Wiertz santap siap di Moyaporong


    Tomohon, Selasa,  25 Januari 2011, pukul 12.35 - Hari ini cuaca kadang gerimis kadang panas. Meski demikian, kami sudah siap menyambut kedatangan Bapak Uskup Belanda di Moyaporong.  "So sampai mana dorang, Pastor Santi?" tanya saya kepada Pastor Chris Santi, pr Sekretaris Keuskupan Manado yang sudah duduk di salah satu meja di Moyaporong Cafe. "Mereka sementara di Woloan. Tunggu sadikit le...",  jawab Romo Santi sambil memegang hape untuk memonitor perjalanan Bapak Uskup Belanda. Setelah itu, tampaknya dengan memegang hape, Romo Santi berbicara dengan salah satu personil rombongan agar cepat datang soalnya makan siang sudah siap dan keburu dingin nanti.

    Tak lama kemudian, Pastor Yong MSC datang ikut bergabung di tempat itu. Betul, tidak lama kemudian rombongan Uskup tiba di Moyaporong. Mgr. Yosef Suwatan, Uskup Manado memperkenalkan satu persatu siapa-siapa yang hadir di tempat ini. Selain Uskup Belanda dan Manado, hadir juga Pastor Ton Stocen, Vicaris of Missionete, Emile Ramakers, Br Han yang berdarah Belanda. Setelah itu, Uskup mendekati teras untuk melihat pemandangan mengarah Gunung Lokon. Asap putih yang membumbung adalah asap vulkanik dari kawah gunung yang bukan di puncak melainkan di tengah, antara Gunung Lokon dan Bukit. Itulah keindahan Gunuh Lokon yang selalu mengeluarkan asap vulkaniknya.

    Doa makan dipimpin oleh Pastor Yong. Rombongan kemudian menikmati santap siang yang disediakan oleh owner Jalan Salib Mahawu, Ibu Mary Wewengkang, meski tidak bisa hadir untuk mendampingi, karena masih di Jakarta, tapi dengan telpon beliau menyampaikan rasa terimaksih atas kedatangan Mgr Wietz dan rombongan. Hampir satu jam lebih bersantap siang di Moyaporong Cafe, gasebo dekat arena outbound. Kemudian Mgr Yosef Suwatan mengajak untuk mengunjungi kompleks "Jalan Salib Mahawu (JSM)" mulai dari Alamanda Retreat, Gua Maria, Makam Yesus, Taman Pieta, Yesus tersalib (stasi XII) dan kemudian masuk ke Chapel Mother of Mary.

    Ketika sampai di Alamanda Retreat, Mgr. Wiertz bertanya apakah rumah retreat ini sering dipakai? Kami jawab ya. Bahkan tidak hanya orang Katolik saja. Dari Gereja-gereja Kristen, Instansi Pemerintah, Perusahaan-perusahaan, kelompok sekolah, dan kelompok kategorial sering pakai tempat ini. Udara yang sejuk, bentuk bangunan yang ramah lingkungan dan suasana yang tenang dan nyaman dekat dengan tempat ziarah, oh ya murah, itulah sebabnya mengapa mereka memilih Alamanda Retreat | Eco-Resort sebagai tempat kegiatan. 

    Kunjungan berlanjut di Gua Maria dan tempat-tempat rohani lainnya. Yang menarik,  Bapak Uskup Wiertz yang selalu didampingi oleh Bapak Uskup Manado, Mgr Josef Suwatan nampak serius membahas patung-patung diorama yang terbuat dari campuran perunggu dan tembaga. Tidak hanya itu, beliau juga berdoa setiap kali berhenti di depan patung kudus itu.

    "This place is like paradise" kesan Mgr. Fransiskus Wiertz setelah mengunjungi lokasi Bukit Doa Mahawu. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Gereja Hati Kudus Tomohon dan makan malam bersama-sama Suster-suster JMJ di Walterus, Tomohon.






    Mahawupilgrim direkam oleh TV Perancis dan INTERFIDEI


    Tomohon, 25 Januari 2011, pukul 09.25.  "Kehidupan beragama di Sulut memang kondusif." Pernyataan ini diakui oleh Ibu Elga Sarapung, tokoh Interfidei, Yogyakarta yang berasal dari Sarapung, Tondano, Minahasa saat mengantar 3 Crew TV dari Gereja Protestan Perancis dan satu Ibu asal Korea .

    Rombongan Crew TV Perancis datang untuk merekam Mahawupilgrim atau lebih dikenal dengan Bukit Doa Mahawu. Mereka mulai mengambil gambar di belakang Chapel Mother of Mary dengan panorama kota Tomohon dan Gunung Lokon yang sedang mengeluarkan asap putih vulkaniknya. Salah satu crew juga berkeliling mulai dari Ampiteater, Gua Maria, Makam Yesus, Taman Pieta sampai Yesus disalibkan. Dengan kamera pocketnya, semua obyek itu difoto dari berbagai sudut. Tampak begitu semangat.

    Dari penuturan Ibu Elga, mereka sedang membuat film tentang bagaimana kiprah Ibu Elga dalam kancah Interfidei, kerukunan umat beragama di Indonesia. Perjalanan selanjutnya menuju ke Univeristas Kristen Tomohon, dan esok harinya ke Tobelo, Maluku. Setelah mengambil foto dan menshooting lokasi, berfoto bersama di depan Chapel. "Tempat yang sangat indah....", kata salah satu dari mereka yang membawa kamera video dengan tripodnya.

    Sabtu, 22 Januari 2011

    BNI Manado dan sekitarnya, "Outing" di Bukit Doa Mahawu

    Tomohon, 22 Januari 2011, Kegiatan karyawan BNI Manado sudah mulai kelihatan kemarin. Pemasangan tenda 4 X 6 m sebanyak 8 buah dengan segala ornamen mewahnya, sudah rampung jelang sore. Sound system yang dilengkapi dengan keyboard pun sudah beberapa kali dites. Backdrop pun tampak gagah dipasang di panggung.

    Pagi ini cuaca di Bukit Doa Mahawu sedikit diselimuti oleh kabut dan gerimis kecil turun pelan. Sementara itu iringan kendaraan mulai berdatangan. Dari pos security, terpantau 80 kendaraan dari BNI memasuki arena bukit doa Mahawu. Diberitakan bahwa juga akan datang pejabat BNI Pusat Jakarta dalam perhelatan ini. Seorang karyawan sekali-kali mendongak ke langit berharap cuaca cerah hari ini sehingga kegiatan bisa berjalan lancar hingga sore. Memang harapan itu akhirnya terkabul. Cuaca langsung cerah. Bersamaan dengan itu jumlah peserta semakin banyak. Diperkirakan lebih dari 400 karyawan BNI memadati arena Gua Mahawu yang luasnya sekitar 40 x 60 m2.

    Berbagai acara dilangsungkan. Yang menarik adalah kedatangan pejabat BNI Pusat dari Jakarta. Membawakan materi dan kemudian diselingi makan siang. Acara berakhir pada pukul 16.00. Meski sebelum penutupan sebagain peserta ada yang sudah pulang.




    Jumat, 21 Januari 2011

    Panitia MUSDA VI HPI SULUT ke kantor JSM

    Selain Bukit Doa Mahawu, ada Danau Linow.
    Pulau Lihaga
    Tomohon, Kamis, 20 Januari 2011, pukul 17.00, Ch. Roy Howan, selaku Sekretaris Panitia MUSDA VI DPD HPI Sulut bersama rombongan berkunjung ke Kantor JSM. Kehadiran mereka di kantor tidak terlalu mengejutkan karena sudah terlebih dahulu memberi konfirmasi kepada pihak JSM. Bp. Laurens dan Bp Tri menerima mereka dengan penuh persaudaraan karena yang datang adalah guide-tour yang sering membawa rombongan ke JSM, ikon wisata religi yang berada di Tomohon.

    Dalam suasana santai penuh keakraban, rombongan membicarakan tentang pariwisata di Sulut khususnya Manado dan sekitarnya. Ada yang mengingatkan bahwa 9-15 Januari 2012 Sulut ditunjuk sebagai tuan rumah ASEAN Tourism Forum.(ATF). Dalam iven ATF itu akan hadir 2000 orang dari mancanegara dan nasional. Semakin banyak iven-iven International dilaksanakan di Manado, makan semakin bergairah industri wisata di Sulut.

    Kesuksesan penyelenggaraan iven international seperti World Ocean Conference (WOC), Coral Triangle Initiative (CTI) Summit dan Sail Bunaken 2009. Juga iven Asia Pacific Conference on Health Law, memberi dampak positif dan significant bagi pariwisata di Sulut.

    Tidak dipungkuri bahwa potensi wisata di Sulut sangat lengkap dan amat bervariatif. Sayang kalau promosi wisata Sulut tidak sinergi dengan perhelatan iven-iven nasional dan International. Ini bisa terjadi kalau pemerintah Sulut dan jajarannya bekerja keras untuk meraup peluang pengembangan wisata. Namun, jangan lupa memberi perhatian kepada tempat-tempat wisata yang dikelola oleh pihak swasta. Perhatikan kenyamanan jalan dari sampah dan transportasinya. Bahkan ada yang usul agar promosi tempat-tempat wisata dilakukan dengan berimbang sehingga tempat wisata yang dikelola swasta pun bisa dikenal.

    Tema Musda VI HPI Sulut 2011: "Pariwisata, salah satu jalan keluar mengentaskan kemiskinan". Subtema: "Mewujudkan Pramuwisata yang berkompeten, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera". Dalam musda ini akan diberikam HPI Award kepada beberapa tokoh masyarakat yang dinilai oleh anggota HPI sebagai penggiat Wisata di Sulut.

    Banyak harapan bagaimana meningkatkan pariwisata di Sulut ke depan atau masa bakti 2011-. Tour guide yang tergabung dalam HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) akan senantiasa menjadi ujung tombak realisasi pariwisata di Indonesia dan Sulut khususnya. Selamat bermusda. Semoga sukses dan menghasilkan yang terbaik bagi industri Pariwisata di Sulawesi Utara.






    Senin, 20 Desember 2010

    SANTA CLAUS IN MAHAWU

    Tomohon, 19 Desember 2010. Setiap menjelang Natal, di Manado, Tomohon dan sekitarnya, masyarakat mempunyai tradisi unik yang disebut "Santa Claus". Tradisi ini rupanya sudah bertahun-tahun terjadi. Dimulai saat perayaan Santa Nikolaus tiba, dikemudian hari namanya disingkat Santa Claus, yang jatuh pada tanggal 6 Desember. Sesuai dengan sifatnya, Santo Nikolaus ini suka membagi-bagi hadiah bagi mereka yang membutuhkan dan pada akhirnya bisa membahagiakan semua orang. Dari kebiasaan inilah maka Santa Claus sangat terkenal di mana-mana hingga kehadirannya ditunggu oleh anak-anak karena hadiah-hadiah yang dibagi-bagi.

    Semangat berbagi kasih dan hadiahnya ini dipertahankan oleh masyarakat ketika jelang perayaan Natal tiba. Dengan menggunakan kendaraan bak terbuka Santa Claus beserta piet hitam dan kurcaci berkeliling kota untuk mengunjungi rumah-rumah yang sudah mendaftarkan diri untuk dikunjungi Santa Claus.

    Tentu saja kostum Santa Claus dengan pakain merah dan rambut berjenggot putih seperti Bapak Tua yang bijaksana selalu terlihat atraktif dibarengi dengan pengikut-pengikutnya yang nota bene akan memarahi anak-anak yang nakal. Memang, hadiah akan diberikan ke semua anak. Ketika hadiah itu diberikan, nasehat bijaksana yang meneguhkan perbuatan di tahun baru selalu dilontarkan oleh Santa Claus saat menerima hadiah.

    Suasana seperti itu dihadirkan oleh pihak manajemen JSM di depan Gua Mahawu. Animo masyarakat menyambut Santa Claus tampak lebih meriah ketimbang tahun lalu. Hujan, kabut dan panas tidak menghalangi kedatangan anak-anak di depan Gua Mahawu ini, Semoga makna Natal "berbagi kasih pada sesama" terus bergulir hingga pada akhirnya hidup ini memang sungguh bermakna karena kita hidup bersama.